Taktik TIKI Memacu Inovasi Digital dan Mengkreasikan Talenta Muda Logistik
Vicky Rachman
Swa.co.id
2024-10-01
PT. Citra Van Titipan Kilat atau TIKI, mencermati kebutuhan konsumen untuk memperoleh pelayanan jasa logistik dan kurir yang mudah diakses serta ada komunikasi dua arah. Lantaran demikian, TIKI memutakhirkan fitur dan menyematkan kecerdasan buatan (artificiall intelligence/AI) di platform digital di masa pandemi hingga pasca pandemi Covid-19.
Pengembangan digital ini bertujuan untuk memberikan pengalaman konsumen yang unggul. Widiantoro, Operational Gateway and IT General Manager TIKI, mengatakan TIKI sejak mulai beroperasi pada 1970 hingga saat ini menjaga relevansi produk dan layanannya. Era digital ini menciptakan interaksi yang baru antara TIKI dan konsumen. "Customer semakin kritis dan komunikasi yang seamless, tanpa batas," ujar Edwin pada pemaparan di Indonesia Original Brands & Most Reputable Companies 2023 seperti ditulis SWAonline pada Rabu (10/1/2024).
Perubahan perilaku konsumen dan menjamurnya perusahaan logistic kian menambah persaingan bisnis di industri logistik nasional. Bisnis logistik yang kompetitif itu tak membuat roda bisnis TIKI melambat. "TIKI berusia 53 tahun dan kami berusaha menunjukkan eksistensi kami di industri logistik pada era digital," ujarnya.
Agar layanan TIKI tetap relevan, Edwin menjabarkan strategi dan inovasi TIKI mengkreasikan excellence customer experience. Perusahaan yang beroperasi sejak 53 tahun silam itu mengkreasikan pengalaman konsumen nomor wahid berlandaskan lima pilar, yaitu customer, network, process, technology, dan people.
Contohnya, manajemen TIKI merealisasikan prinsip Walk The Talk, seperti memenuhi janji kepada konsumen untuk mengirim paket dalam 1 hari atau 2 hari. "Bukan hanya tercepat tetapi kami bisa memenuhi janji kepada konsumen," imbuhnya. Kemudian, manajemen aktif mengidentifikasi kebutuhan pelanggan dan memberikan solusi untuk menuntaskan kendala yang dihadapi konsumen, dan peduli kepada sosial serta lingkungan seiring dilaksankan program CSR TIKI.
Langkah nyata lainnya adalah inovasi produk dan layanan terbaru. TIKI pada 2021, misalnya, mengembangkan solusi pengiriman pada gerai drive thru TIKI untuk memudahkan transaksi konsumen. Tak hanya itu, TIKI memperluas jaringan seiring kemitraan dengan menciptakan sharing office bersamaSnappy dan Bank Mandiri Taspen.
Model kolaborasi TIKI dengan Bank Mandiri Taspen, Snappy, atau perusahaan kurir lainnya itu adalah saling berbagi armada di daerah. ”Kami bisa menggunakan armada mereka atau sebaliknya sehingga lebih efisien, dan di sisi lain berkontribusi mengurangi emisi gas karbon,” katanya.
TIKI memiliki jaringan operasional yang luas dan mencakup 65 kota besar di Indonesia, lebih dari 500 kantor perwakilan, 3.700 gerai, dan lebih dari 6.000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia. TIKI memberikan layanan pengiriman yang andal dan efisien kepada semua pelanggan lantaran cakupan jaringannya itu mudah diakses konsumen
TIKI menjaga konsistensi standar operasional dan budaya perusahaan yang terefleksikan di seluruh lini operasional. TIKI, lanjut Edwin, memberikan standar pelayanan yang andal di seluruh jaringan
Beragam pengembangan layanan di aplikasi dan website disediakan TIKI, antara lain menambah fitur payment point online booking (PPOB) di aplikasi Tiki. Fitur ini memanjakan konsumen untuk bertransaksi, seperti membayar listrik, air, dan telepon . “Mobile apps Tiki menyediakan fitur pembayaran cashless dengan berbagai macam tools pembayaran, mulai dari e-wallet, QRIS, hingga credit card,” kata Edwin.
Fitur terbaru lainnya ialah entertainment. Fitur ini menyodorkan siaran TV nasional dan konten video on demand. Jadi, aplikasi TIKI tak hanya menyodorkan jasa dan transaksi kurir. Pada aspek pelayanan, TIKI memutakhirkan beberapa fitur yang sudah ada sebelumnya, seperti fitur Pick Up Paket agar konsumen dapat memesan jadwal penjemputan paket sesuai dengan keinginannya.
Kemudian, fitur Tracking Pengiriman untuk memudahkan pelanggan melacak status kirimannya. Lalu, fitur Membership Sobat TIK, yang menyediakan beragam benefit kepada konsumen, seperti potongan harga hingga layanan prioritas.Edwin mengatakan TIKI mengembangkan digitalisasi seiring dengan peluncuran Transportation Management System berbasis AI dan meningkatkan keterikatan (engagement) konsumen di seluruh kanal media sosial. “Kami revamping aplikasi mobile TIKI dengan adanya fitur-fitur termutakhir agar layanan TIKI tetap relevan," tutur Edwin.
Menempa Talenta Muda Logistik
TIKI tak hanya mengembangkan relevansi produk dan layanannya saja. Perusahaan yang berkantor pusat di Jakarta ini menautkan relevansi industri logistik dengan generasi muda berkarier di bidang ini. Caranya, TIKI dan lima perguruan tinggi berkolaborasi untuk mencetak talenta muda di industri logistik.
TIKI pada September–November 2023 berbagi pengetahuan kepada mahasiswa di Institut Transportasi dan Logistik Trisakti (ITL Trisakti), Politeknik APP Jakarta dan Universitas Pertamina di Jakarta serta Telkom University dan Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung, Jawa Barat. TIKI menggelar Goes To Campus di perguruan tinggi tersebut. Kegiatan yang bertajuk #LogisTIKIndonesiaButuhAnakMuda itu menempa para mahasiswa menjadi talenta dan pelaku usaha logistik.
Kerja sama dengan perguruan tinggi tersebut mencakup program pelatihan dan pendidikan mahasiswa melalui praktisi mengajar dan kunjungan mahasiswa, program beasiswa mahasiswa berprestasi, dan magang kerja. Tidak hanya itu, kerja sama tersebut pun memfasilitasi karyawan TIKI yang ingin memperkaya ilmu pengetahuannya dan menempuh pendidikan melalui program khusus antara TIKI dengan perguruan tinggi, dan membuka peluang kewirausahaan melalui program kemitraan TIKI dengan program khusus.
Pada kesempatan terpisah, Yulina Hastuti, Direktur Utama TIKI, menyampaikan TIKI berikhtiar untuk berkontribusi mengembangkan sektor kurir dan logistik di Indonesia. “Regenerasi di sektor ini perlu terus diupayakan dengan melibatkan para pelaku industri agar kompetensi yang dicetak sesuai dengan kebutuhan industri masa depan yang semakin digital. Hal inilah yang melatarbelakangi kami menggandeng seluas-luasnya lembaga pendidikan tinggi untuk berpartisipasi dalam pengembangan pendidikan di industri transportasi dan logistik yang bermanfaat bagi generasi mendatang,” kata Yulina dalam keterangan tertulisnya.
TIKI mengampanyekan bahwa sektor logistik membutuhkan partisipasi anak muda untuk mendukung regenerasi talenta di sektor logistik nasional dan meningkatkan daya saing industri ini. Lantaran demikian, TIKI berancang-ancang mempersiapkan talenta muda yang terampil, kreatif dan mengkreasikan inovasi di industri logistik.
Sektor logistik diproyeksikan mencatatkan pertumbuhan di masa mendatang. Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) mengestimasikan pertumbuhan industri logistik sebesar 5-8%. Industri ini akan ditopang pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Data yang disodorkan Google, Temasek & Bain yang dirilis pada November 2023 itu mengestimasikan nilai gross merchandise value (GMV) ekonomi digital Indonesia pada 2025 senilai US$ 109 miliar. Nilai GMV ini diperkirkan melonjak berlipat ganda di 2030.. Kontributor terbesar pertumbuhan ini diperkirakan bersumber dari e-commerce. Dampaknya, sektor logistik akan mengalami pertumbuhan seiring peningkatan ekonomi digital nasional.
Pertumbuhan industri logistik direspons TIKI yang menggandeng perguruan tinggi. Sebab, sejumlah perguruan tinggi menyediakn Program Studi Logistik. Erika Fatma, Ketua Program Studi Manajemen Logistik Industri Elektronika Politeknik APP Jakarta, mengatakan, dalam 3-5 tahun terakhir, minat generasi muda terhadap mengikuti program studi yang berkaitan dengan transportasi dan logistik di berbagai universitas mengalami peningkatan.
Berdasarkan data Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), sebanyak 19 program studi baru di bidang logistik pada jenjang D3 hingga S2 dibuka pada kurun waktu 2020 – 2023. “Untuk Politeknik APP Jakarta, jumlah peminat Program Studi Logistik pada 3-5 tahun terakhir meningkat sekitar 10-15% setiap tahunnya. Perkembangan e-commerce dan kemajuan teknologi dalam integrasi proses logistik menjadi salah satu daya tarik bagi generasi muda yang akrab dengan teknologi untuk terlibat dalam pengembangan logistik di era digital,” tutur Erika.
Erika menyampaikan tantangan perguruan tinggi mengembangkan SDM saat ini adalah berpacu dengan perubahan di Industri yang bergerak dengan sangat cepat. Tingginya laju perubahan tersebut memerlukan upaya ekstra untuk memastikan bahwa kurikulum yang disusun oleh lembaga pendidikan, dapat menyiapkan SDM yang memiliki keterampilan yang diperlukan untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama yang erat antara dunia industri dan dunia pendidikan.
Politeknik APP Jakarta mengapresiasi TIKI yang berkontribusi untuk berbagi pengetahuan kepada mahasiswa dan mahasiswi. “Kami memperoleh gambaran yang menyeluruh dari teori yang mereka dapatkan di kampus dengan praktik di lapangan, penyesuaian apa yang perlu dilakukan dan soft skill apa yang dibutuhkan untuk beradaptasi,” ujar Erika.
Pendapat senada disampaikan Sita Anisah Sholihah, Dosen Tetap dan Sekretaris Program Studi Logistik di ITL Trisakti. “Dulu logistik dan transportasi dianggap sekedar pendukung bisnis dalam pendistribusian dan inventori barang, namun sekarang logistik merupakan sektor strategis untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional, dan menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan daya saing suatu perusahaan atau merek,” ujar Sita.
Trie Maulana A, Direktur Pelaksana TIKI, menyampaikan TIKI memacu generasi muda Indonesia untuk mempelajari potensi industri kurir dan menjajaki potensi menjadi wirausaha di sektor logistik. “Melalui program kemitraan, kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi generasi muda Indonesia untuk memiliki bisnis logistik. Di sisi karier, kami juga ingin lebih banyak lagi anak muda yang bergabung dengan TIKI. Kami juga mendorong perempuan- perempuan muda dan berbakat untuk bergabung bersama kami,” kata Trie. (*)
Sumber Berita :
https://swa.co.id/swa/trends/taktik-tiki-memacu-inovasi-digital-dan-mengkreasikan-talenta-muda-logistikBerita Terbaru
Praktik Pembatasan Angkutan Barang Inkonsisten, Pengusaha Logistik Komplain
2026-01-06
JAKARTA, KOMPAS — Dalam masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pemerintah telah menjadwalkan operasionalisasi angkutan barang, khususnya jenis sumbu tiga ke atas. Implementasinya tidak sesuai regulasi yang ditentukan sehingga pelaku usaha logistik kembali merugi dengan penyusutan volume 15-20 persen pada Desember 2025 dibandingkan bulan sebelumnya. Kebijakan operasionalisasi angkutan barang pada masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan Selama Masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Namun, realisasinya, menurut pengusaha angkutan logistik, tidak sesuai aturan yang telah dibuat pemerintah sendiri. Hal ini merugikan pengusaha angkutan logistik. Berdasarkan SKB, angkutan barang bisa lewat jalan tol dan arteri dalam jendela waktu yang telah ditentukan. Namun, pada praktiknya, jendela waktu di jalan tol ditiadakan. Akibatnya, angkutan logistik akhirnya lewat jalan arteri sehingga waktu tempuh lebih lama. Persoalan lain, beberapa ruas di jalan arteri juga tidak dapat dilalui angkutan barang karena aparat melarangnya. Imbas pembatasan angkutan logistik pada Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, volume penjualannya turun sekitar 20 persen pada Desember 2025 dibandingkan bulan sebelumnya. Ini mencakup barang konsumsi dan elektronik. Akhir tahun semestinya dapat menjadi musim puncak untuk menutup rendahnya volume dan pendapatan pada yang kurang optimal pada bulan-bulan sebelumnya. Hilangnya momentum karena volume yang rendah, otomatis pemasukan pun menyusut, sehingga setoran pajak juga tidak optimal. ”Jadi, kan, perlu kita telusuri ya. Ini bisa jadi lesson learned buat berikutnya. Sebentar lagi Ramadhan. Pelaku usaha industri sudah curi start. Mereka sudah produksi sebulan sebelumnya,” kata Mahendra. Ia mendesak agar seluruh pemangku kepentingan, terutama pemerintah, melihat dari berbagai sisi atau menggunakan helicopter view. Ada aktivitas logistik nasional yang rutin dilakukan. Namun, masalahnya selalu berkutat di tempat yang sama dan belum ada solusinya. SKB yang selama ini disusun tiga instansi semestinya turut melibatkan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Keuangan. Instansi-instansi tersebut dapat memberikan perspektif dari sisi pelaku usaha. Lagi pula, masih ada moda transportasi lain yang semestinya bisa dibantu untuk mendukung angkutan logistik tetap berjalan. Pemerintah dapat menyiapkan kapal roll-on/roll-off (roro) untuk mengakomodasi angkutan logistik. Ada ruas jalan tertentu yang bisa digunakan khusus bagi angkutan logistik. Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia Agus Pratiknyo mengatakan, pembatasan operasional angkutan jalan mendorong para pengusaha di daerah saling berkoordinasi. Sebab, kepolisian di beberapa wilayah berhak melakukan diskresi sehingga kesempatan itu dimanfaatkan untuk menggelar operasi. ”Pelarangan full itu memberatkan dan membingungkan kami sebagai pengusaha karena kami kerja terjadwal. Customer kami harus menyesuaikan dengan pengiriman. Kalau sekarang ini regulasi dibuat mendadak, ini tidak baik untuk dunia usaha karena jadi ekonomi berbiaya tinggi,” tutur Agus. Ia juga menyebut, ada penyusutan volume pengantaran 15-20 persen pada Desember 2025 dibandingkan sebulan sebelumnya. Otomatis, omzetnya pun tergerus. Jika mewajibkan pembatasan angkutan logistik, pemerintah perlu bersikap adil dengan memberikan solusi atau stimulus bagi pengusaha. Ia merasa, pemerintah belum memperhatikan sektor angkutan logistik. ”Berikan stimulus, entah keringanan pajak kendaraan, dan sebagainya. Itu pengeluaran kami sebagai kewajiban ke negara. Jadi harus berimbang (timbal-balik), ada kompensasi. Sekarang (pemerintah) hanya bisa melarang,” kata Agus. Meski demikian, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia Benny Soetrisno menilai, pelaksanaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sudah jauh lebih baik dibandingkan larangan angkutan barang saat Lebaran. Alasannya, tidak terjadi kemacetan di Pelabuhan Tanjung Priok. Namun, ia berharap, pemerintah tetap perlu berkoordinasi dengan pelaku ekspor-impor untuk mengatur lalu lintas angkutan barang. Evaluasi pembatasan angkutan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan, jendela waktu diberikan guna mengakomodasi pelaku usaha angkutan logistik agar tetap beroperasi selama masa libur. Namun, ada kekhawatiran beroperasinya kendaraan besar akan mengganggu jalannya pelaksanaan Natal dan Tahun Baru. ”Setelah kami evaluasi, sepertinya window time ini kurang efektif karena akhirnya dalam pelaksanaannya arus kendaraan logistik cukup besar sehingga dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran maupun keselamatan pengguna jalan,” tutur Dudy seusai menutup Posko Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Jakarta, Senin (5/1/2026). Beroperasinya kendaraan besar dinilai tidak memberi jaminan rasa aman dan keselamatan di jalan raya. Sebab, ada risiko kecelakaan di jalan raya saat mobilitas masyarakat tinggi. ”Kami akan melakukan evaluasi dari Natal dan Tahun Baru kemarin, kemudian juga Lebaran. Pada bulan Januari, kami harapkan sudah bisa memberikan keputusan bagaimana mekanisme pengaturan transportasi logistik, khususnya yang ada di jalan,” ujar Dudy. Pembatasan angkutan barang ini merupakan upaya pemerintah mengatur sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas. Hal ini biasa dilakukan bersamaan dengan kebijakan bekerja dari mana saja atau work from anywhere untuk memecah keramaian. Ketika ditanya skema pembatasan penuh apakah akan berlaku pada masa Lebaran mendatang, Dudy belum dapat memastikannya. Sebab, kebijakan itu akan diberlakukan berdasarkan proyeksi pergerakan masyarakat. ”Namun, kalau nanti pada Lebaran volumenya akan lebih meningkat, tentunya kami akan lebih strict terhadap pemberlakuan pembatasan (angkutan logistik). Yang penting dan perlu diingat, prioritas utama kita adalah keselamatan. Kami minta pengusaha harus memaklumi, secara keselamatan, kita enggak bisa menguantifikasi nyawa manusia,” tutur Dudy. Pemerintah berjanji akan mendengarkan aspirasi pengusaha angkutan logistik. Ia juga akan melibatkan para pengusaha angkutan logistik dalam penyusunan kebijakan pembatasan kendaraan besar. Sebelumnya, pemerintah telah menerbitkan SKB tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan Selama Masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Regulasi itu diteken Kemenhub, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Korps Lalu Lintas Polri. Pembatasan operasional angkutan barang meliputi angkutan barang dengan tiga sumbu atau lebih, kereta tempelan atau kereta gandeng. Angkutan yang dibatasi, khusus membawa hasil galian (tanah, pasir, batu), hasil tambang, serta bahan bangunan, seperti besi, semen, dan kayu. Berbeda dari pembatasan sebelumnya, keberadaan jendela waktu memberi peluang bagi angkutan logistik untuk bergerak. Hal ini membedakan dari pembatasan pada periode-periode sebelumnya. Pembatasan dimulai pada 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Dalam rentang waktu tersebut, setidaknya ada enam hari angkutan logistik diberi kesempatan beroperasi, yakni pada 21-22 Desember 2025 dan 29-31 Desember 2025. Artinya, pembatasan akan berlaku pada 19-20 Desember 2025, 23-28 Desember 2025, serta 2-4 Januari 2026. Pembatasan pada jalan tol akan dilakukan secara penuh pada pukul 00.00-24.00 WIB. Pembatasan lebih fleksibel pada jalan arteri berlaku pukul 05.00-22.00. Setarakan kepentingan Menurut Wakil Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia IB Ilham Malik, pembatasan angkutan logistik selalu jadi isu berulang karena Indonesia belum menempatkan angkutan logistik sebagai bagian sistem pelayanan publik strategis. Angkutan logistik masih dianggap sebagai ”pengganggu” lalu lintas saat puncak mobilitas. Padahal, secara fungsi ruang dan ekonomi, logistik merupakan urat nadi yang justru menopang stabilitas harga, ketersediaan barang, dan keberlanjutan aktivitas masyarakat selama hari besar. SKB pembatasan kendaraan merupakan upaya jalan tengah yang diberikan pemerintah melalui mekanisme jendela waktu. Negara sebenarnya mengakui setaranya kepentingan keselamatan pemudik dan kepentingan distribusi barang. ”Ketika implementasi window time dihilangkan sepihak dan tol ditutup penuh, maka yang terjadi bukan sekadar persoalan teknis lalu lintas, melainkan kepastian kebijakan. Pengusaha logistik sudah menyusun jadwal, biaya, kontrak berbasis SKB,” tutur Ilham. Ketika aturan yang diterbitkan pemerintah tidak dijalankan konsisten, maka risiko ekonomi otomatis dialihkan ke pelaku usaha. Namun, alasan keselamatan tentu tidak bisa diabaikan. Jalan tengahnya, Ilham melanjutkan, perlu disusun lebih sistemik. Jendela waktu harus dirancang sebagai skema operasional, bukan sekadar klausul kebijakan. Ada ruas tol tertentu yang dibuka terbatas dengan pengawalan, kecepatan maksimum rendah, dan jadwal ketat yang harus dipatuhi. Kemudian, pendekatan tata guna lahan perlu dipertimbangkan. Ketergantungan penuh pada koridor tol utama menunjukkan lemahnya persebaran pusat logistik, pelabuhan kering (dry port), dan jalur distribusi alternatif. ”Selama kebijakan Natal dan Tahun Baru masih bersifat reaktif—menutup ketika padat, membuka ketika lengang—maka isu ini akan selalu muncul lagi ke depannya. Yang dibutuhkan segera adalah perencanaan mobilitas libur panjang yang integrasikan pergerakan manusia dan barang sebagai satu sistem, bukan dua kepentingan yang saling mengorbankan,” ujar Ilham.
👁️ 22 kali
Arus Balik Nataru Terkendali, Logistik Nasional Tetap Bergerak
2026-01-05
Bakauheni, KabarSDGs — Arus balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 terpantau lancar terkendali. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat layanan penyeberangan antarpulau berlangsung relatif landai, dengan pergerakan kendaraan masih didominasi truk logistik dan angkutan bus. Pada Jumat (2/1) atau H+8 Nataru, tercatat 2.463 unit truk logistik dan 288 unit bus menyeberang dari Sumatera menuju Jawa. Angka tersebut mencerminkan aktivitas distribusi yang tetap aktif hingga akhir masa liburan, sekaligus menunjukkan arus balik masyarakat berlangsung bertahap dan terukur, tanpa lonjakan signifikan yang berpotensi menimbulkan kepadatan. Direktur Utama ASDP Heru Widodo menilai tren tersebut sebagai indikasi manajemen arus balik yang berjalan efektif. Menurutnya, peningkatan pada segmen kendaraan tertentu tidak mengganggu stabilitas layanan secara keseluruhan. “Pergerakan arus balik kami pantau cukup landai, dengan tren peningkatan pada kendaraan logistik dan bus. Ini menunjukkan distribusi barang tetap berjalan aktif, sementara mobilitas masyarakat banyak menggunakan angkutan umum,” ujarnya. Berdasarkan data Posko Bakauheni, jumlah truk logistik yang menyeberang pada H+8 meningkat 9,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan juga terjadi pada angkutan bus sebesar 6,7 persen. Namun secara agregat, total kendaraan dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu tercatat 7.420 unit atau turun 5,7 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Jumlah penumpang mencapai 30.617 orang, turun tipis 1,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Melandai Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan, pada lintasan sebaliknya, yakni Jawa menuju Sumatera, tren pergerakan juga mulai melandai seiring berakhirnya fase puncak mobilitas libur. Jumlah truk logistik tercatat 955 unit atau turun 46,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara jumlah bus mencapai 338 unit atau turun 4 persen. Total penumpang dari Jawa ke Sumatera tercatat 30.302 orang atau turun 10,3 persen, dengan total kendaraan 5.791 unit atau menurun 21,3 persen. Menurut Windy, penurunan tersebut mencerminkan kembalinya pola perjalanan ke kondisi yang lebih normal pasca libur panjang. Untuk menjaga kelancaran layanan, ASDP terus mengoptimalkan kesiapan operasional. Sebanyak 786 petugas disiagakan, dengan pengoperasian 28 kapal pada kondisi normal serta penambahan hingga 33 kapal saat kondisi sangat padat. Penerapan delaying system dilakukan guna mengendalikan arus kendaraan agar tidak terjadi kepadatan di area pelabuhan. Koordinasi lintas pemangku kepentingan juga diperkuat, termasuk dengan BMKG, KSOP, dan BPTD, guna memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman dan optimal, terutama di tengah dinamika cuaca dan pergerakan kendaraan yang masih fluktuatif. Terkait akses menuju Pelabuhan Ciwandan yang sempat tergenang sejak Jumat malam (2/1) akibat curah hujan tinggi, ASDP menyampaikan kondisi saat ini telah berangsur pulih dan kembali terkendali. Pelayanan penyeberangan tetap berjalan melalui Pelabuhan Merak untuk penumpang pejalan kaki dan kendaraan golongan I hingga VII. Sementara kendaraan logistik besar golongan VIII dan IX masih dialihkan melalui Pelabuhan BBJ sebagai bagian dari pengaturan operasional. Secara kumulatif, pergerakan penumpang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada periode H-10 hingga H+8 tercatat 688.455 orang atau naik 3,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total kendaraan 150.736 unit atau turun 6,4 persen. Sementara arus dari Sumatera ke Jawa melalui Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencapai 607.767 penumpang atau naik 0,4 persen, dengan total kendaraan 151.367 unit atau meningkat 3,4 persen. ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menjaga layanan yang aman, lancar, dan terkendali, guna memastikan stabilitas logistik nasional serta mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi pasca libur panjang.
👁️ 14 kali
ASDP: Arus Balik Terkendali, Logistik Tetap Bergerak
2026-01-04
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat arus balik Natal dan tahun baru 2025/2026 terkendali. Layanan penyeberangan antarpulau berjalan lancar, dengan pergerakan yang didominasi truk logistik dan bus sehingga distribusi tetap terjaga. "Arus balik Natal dan tahun baru 2025/2026 terpantau lancar serta terkendali. Kami mencatat layanan penyeberangan antarpulau berlangsung relatif landai, dengan pergerakan kendaraan masih didominasi truk logistik dan angkutan bus," kata Direktur Utama ASDP Heru Widodo dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, 3 Januari 2026, seperti dikutip dari Antara. Dia menyampaikan bahwa kondisi itu menegaskan distribusi barang nasional tetap berjalan stabil seiring dengan berlalunya fase puncak liburan. Pada Jumat, 2 Januari 2026, atau H+8 Natal dan tahun baru, Heru melanjutkan, tercatat 2.463 unit truk logistik dan 288 unit bus menyeberang dari Sumatera menuju Jawa. Angka tersebut mencerminkan aktivitas distribusi yang tetap aktif hingga akhir masa liburan sekaligus menunjukkan arus balik masyarakat berlangsung bertahap dan terukur tanpa lonjakan signifikan yang berpotensi menimbulkan kepadatan. Heru menilai tren tersebut sebagai indikasi manajemen arus balik yang berjalan efektif. Menurut dia, peningkatan pada segmen kendaraan tertentu tidak mengganggu stabilitas layanan secara keseluruhan. “Pergerakan arus balik kami pantau cukup landai, dengan tren peningkatan pada kendaraan logistik dan bus. Ini menunjukkan distribusi barang tetap berjalan aktif, sementara mobilitas masyarakat banyak menggunakan angkutan umum,” ujarnya. Berdasarkan data Posko Bakauheni, jumlah truk logistik yang menyeberang pada H+8 meningkat 9,2 persen dibanding pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan juga terjadi pada angkutan bus sebesar 6,7 persen. Namun, secara agregat, total kendaraan dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu tercatat 7.420 unit atau turun 5,7 persen dibanding realisasi pada tahun sebelumnya. Jumlah penumpang mencapai 30.617 orang, turun tipis 1,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Corporate Secretary ASDP Windy Andale menambahkan, pada lintasan sebaliknya, yakni Jawa menuju Sumatera, tren pergerakan juga mulai melandai seiring dengan berakhirnya fase puncak mobilitas libur. Jumlah truk logistik tercatat 955 unit atau turun 46,5 persen dibanding pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, jumlah bus mencapai 338 unit atau turun 4 persen. Total penumpang dari Jawa ke Sumatera tercatat 30.302 orang atau turun 10,3 persen, dengan total kendaraan 5.791 unit atau menurun 21,3 persen. Menurut Windy, penurunan tersebut mencerminkan kembalinya pola perjalanan ke kondisi yang lebih normal setelah libur panjang. Untuk menjaga kelancaran layanan, ASDP terus mengoptimalkan kesiapan operasi. Sebanyak 786 petugas disiagakan dengan pengoperasian 28 kapal pada kondisi normal serta penambahan hingga 33 kapal saat kondisi sangat padat. Penerapan delaying system dilakukan guna mengendalikan arus kendaraan agar tidak terjadi kepadatan di area pelabuhan. Koordinasi lintas pemangku kepentingan juga diperkuat, termasuk dengan BMKG, KSOP, dan BPTD, guna memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman dan optimal, terutama di tengah dinamika cuaca serta pergerakan kendaraan yang masih fluktuatif. Untuk akses menuju Pelabuhan Ciwandan yang sempat tergenang sejak Jumat malam, 2 Januari 2026, akibat curah hujan tinggi, ASDP menyampaikan kondisi saat ini telah berangsur pulih dan kembali terkendali. Pelayanan penyeberangan tetap berjalan melalui Pelabuhan Merak untuk penumpang pejalan kaki dan kendaraan golongan I hingga VII. Sementara itu, kendaraan logistik besar golongan VIII dan IX masih dialihkan melalui Pelabuhan BBJ sebagai bagian dari pengaturan kegiatan operasional. Secara kumulatif, pergerakan penumpang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada periode H-10 hingga H+8 tercatat 688.455 orang atau naik 3,5 persen dibanding pada periode yang sama tahun lalu, dengan total kendaraan 150.736 unit atau turun 6,4 persen. Sementara itu, arus dari Sumatera ke Jawa melalui Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencapai 607.767 penumpang atau naik 0,4 persen, dengan total kendaraan 151.367 unit atau meningkat 3,4 persen. ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menjaga layanan yang aman, lancar, dan terkendali guna memastikan stabilitas logistik nasional serta mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi setelah libur panjang.
👁️ 25 kali
