Best Practice dalam Meningkatkan Akurasi Inventory

Sri Haryono, ST, MBA

Executive Board

26 February 2026

Gambar Berita

Dalam dunia operasional bisnis dan logistik, akurasi inventory atau ketepatan stok adalah salah satu kunci utama dalam menjamin kelancaran operasional, efisiensi biaya, serta kepuasan pelanggan. Inventory accuracy berarti sejauh mana jumlah stok yang tercatat di sistem sama dengan jumlah fisik yang ada di gudang atau lokasi penyimpanan. Ketidaksesuaian antara data dan kenyataan sering menjadi penyebab masalah operasional seperti kehabisan stok (stock-out), kelebihan stok (overstock), pembatalan pesanan, hingga kerugian finansial. Oleh karena itu, menerapkan best practice dalam meningkatkan akurasi inventory menjadi sangat penting dalam setiap organisasi yang menangani barang fisik.

Faktor Penyebab Inventory Tidak Akurat
- Kesalahan manusia (human error) saat pencatatan fisik atau input data.
- Barang tidak tercatat saat diterima atau dikirim.
- Penempatan stok tidak sesuai lokasi yang ditentukan.
- Kecurangan, kehilangan atau pencurian barang yang tidak terlacak.
- Kurangnya pelatihan staf gudang dan admin.

Best Practices dalam Meningkatkan Akurasi Inventory

1. Mengadopsi Sistem Manajemen Inventory Modern (WMS / IMS)

Teknologi menjadi pondasi utama dalam meningkatkan akurasi inventory. Sistem ini mendukung berbagai fungsi seperti penerimaan barang otomatis, pencatatan lokasi stok, pemindahan stok, hingga pemrosesan pesanan secara akurat.

2. Implementasi Barcode dan Teknologi RFID

Teknologi barcode dan RFID terbukti secara signifikan meningkatkan keakuratan data karena mengurangi kesalahan input manual. Penggunaan teknologi ini dapat memberikan pembaruan stok secara langsung di sistem saat barang dipindahkan, diterima, atau dikirim.

3. Rutin Melakukan Cycle Counting

Cycle counting atau pemeriksaan stok secara berkala sangat efektif dalam menjaga data inventaris tetap akurat tanpa harus menghentikan keseluruhan operasi gudang. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat lebih cepat mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan stok sebelum menjadi masalah besar.

4. Menetapkan SOP yang Jelas dan Akuntabilitas

SOP yang jelas dan terdokumentasi memastikan bahwa setiap pergerakan barang melalui proses yang konsisten. Dengan akuntabilitas yang jelas, perusahaan dapat mengurangi penyesuaian manual yang tidak perlu dan mudah melacak apabila terjadi kesalahan.

5. Mengoptimalkan Tata Letak dan Labeling Gudang

Gudang yang tertata rapi dengan lokasi dan label yang jelas sangat membantu dalam mempercepat proses picking dan penempatan barang. Tata letak yang baik mempersingkat waktu pencarian stok, meminimalkan kesalahan pemindahan barang, serta meningkatkan keakuratan data.

6. Audit dan Rekonsiliasi Stok Secara Teratur

Selain cycle count, audit stok menyeluruh secara bertahap membantu mengevaluasi kondisi inventaris secara komprehensif. Rekonsiliasi ini membantu organisasi mengetahui akar penyebab masalah dan memperbaiki proses internal.

Tagarinventorycontrol
Tagarinventoryaccuracy
Tagarinventorymanagement

Berita dan Opini ALI Terbaru

Link berhasil disalin!